Show Mobile Navigation

PLPG UM Malang 2014 Yang Luar Biasa

John Khairuddin - Monday, October 27, 2014
Siapa sih yang tidak ingin PLPG?. PLPG merupakan dambaan setiap guru baik swasta maupun negeri. PLPG merupakan jembatan menuju profesionalisme. Banyak cerita dan pengalaman dari seorang guru yang sudah PLPG.

Mendengar cerita dan pengalaman dari teman-teman saya yang sudah PLPG di sebuah Universitas (sebelumnya bukan di UM Malang) hampir semua mengatakan bahwa PLPG adalah hal yang menakutkan dan banyak menguras tenaga dan pikiran. Tak sedikit dari mereka jatuh sakit ketika atau sesudah mengikuti PLPG. Ada juga yang mengatakan ketika mengikuti PLPG kita harus patuh apapun yang diperintahkan oleh instruktur. Kita tidak boleh membantah walaupun kita benar. Kita tidak boleh sok pintar. Atau kalau tidak kita tidak akan diluluskan.

Cerita dan pengalaman teman-teman itulah yang membuat saya was-was, khawatir dan takut campur aduk di dalam pikiran saya sebelum berangkat PLPG di UM Malang. Dalam hati saya bertekad tidak akan macam-macam terhadap instruktur. Saya akan manut-manut saja. Kalau tidak ya saya tidak akan lulus.


Saya berangkat PLPG tanggal 6 Oktober 2014.
Nama saya tercantum di Hotel Palem Sari Batu. Sesampainya di sana saya langsung menuju kamar hotel  yang sudah disediakan oleh pihak panitia. Saya sekamar bersama 2 peserta dari Madiun. Pada hari Senin jam 14:00 saya memulai hari pertama PLPG setelah pembukaan. Saya hanya mendengarkan instruktur memberikan penjelasan di depan kelas, karena saya dari awal sudah memutuskan untuk diam seribu lima ratus bahasa. Tak sedikit intruktur tersebut melontarkan candaan dan humor sehingga membuat kami tertawa. Dalam hati saya berkata bahwa ini bukanlah PLPG sebenarnya. Karena PLPG sebenarnya adalah tegang dan sunyi.

Pada hari kedua kami mendapat instruktur berbeda. Lagi-lagi instruktur tersebut membuat suasana kelas mencair dengan sedikit candaannya, namun tetap serius. Hari ketiga, keempat dan seterusnya kami tidak merasakan suasana kelas yang tegang, sunyi, senyap dll. Kami semua dibawa ke alam yang penuh suka cita, penuh kebebasan. Sampai-sampai kelas sebelah iri dengan kelas kita yang ramai. Dia berkata " Kenapa sih kalian sedkit-sedikit hah hah hah hah sedikit-sedikit hah hah hah (Hah hah kok cuma sedikit)?

Begitulah suasana kelas kita yang ada di Rombel 4 bidang studi bahasa Inggris.
Tidak hanya di dalam kelas, di luar kelaspun kita selalu kompak. Kita belajar setiap malam jam 7 sampai jam 9. Setelah belajar kita berdo'a bersama atau istighosah supaya kita diberi kemudahan dan kelulusan.
" Oh Rombel 4.... Kalian memang luar binasa eh maaf luar biasa. Pak Haeli Ketua Suku Terima Kasih telah memimpin Rombel 4 menuju jalan yang benar. He he he,..... ( emang tersesat?)..
Bu Ranti.... Terima kasih telah bersedia membantu kami yang kurang begitu paham tentang materi. Mr Khan, Kacong, Pak Maqbul yang penuh kontroversi, Bu Arta, Rizal reng Polotan keng deddih reng Malang, Pak Endri sakitnya tu di sini, Pak Samsul reng Majeng,dll lain yang tidak saya sebutkan di sini.. Kalian memang luar biasa. Biasa di luar...!!!"

Namun ada hal yang paling membuat saya seperti mimpi. Yaitu ada instruktur yang merupakan penulis buku K-13 kelas 10 yaitu Bu Utami Widiati. Beliau orangnya enak, sabar membimbing kami dalam membuat RPP. Walaupun kami, saya khususnya bolak balik bertanya beliau tidak berkata "Kamu ini banyak tanya, usaha sendiri sana" seperti yang diceritakan teman saya. Tidak hanya bu Utami, hampir semua instruktur enak,sabar, humoris, (seperti pak Johannes yang selalu menceritakan cerita-certia lucu) tentunya sudah sangat, sangat profesional semua.

Terima kasih kepada Universitas Negeri Malang yang telah memberikan kami instruktur yang luar biasa, hidangan-hidangan yang luar biasa pula, (biasanya di rumah cuma makan tahu tempe, itupun kalau ada) dan lain-lain yang luar biasa. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada panitia PLPG UM khususnya di Hotel Palem Sari yaitu Mbak Widi dkk.

Saya banyak mendapatkan sesuatu atau oleh-oleh dari PLPG ini yang bisa saya terapkan. Saya sadar bahwa guru tidak hanya datang ke kelas, memberikan materi, terus pulang. Tidak...
Guru mempunyai tanggung jawab yang luar biasa terhadap anak didik. Guru juga merupakan penentu masa depan bangsa ini. Kalau semua guru baik, profesional, berdedikasi tinggi maka anak didik kita akan baik pula dan masa depan bangsa inipun akan lebih baik. Begitu juga sebaliknya, kalau semua guru kurang baik, tidak profesional, tidak berdediikasi tinggi, datang ke kelas hanya sekedar datang, yang penting bayaran tiap bulan pas, maka anak didik kita akan kurang baik pula, otomatis masa depan bangsa ini akan tidak baik. (Hah ha ha ha wamatoah kok yeh)

Hidup Para Guru....!!!!

Cukup sekian sedikit coret-coretan dari saya. Saya minta maaf apabila susunan kata-kata amburadul atau berantakan. Saya tidak bisa menulis dengan baik. Namun inilah ungkapan perasaan saya setelah mengikuti PLPG UM Malang. Sekali lagi terima kasih Universitas Negeri Malang atas PLPG yang luar biasa ini.

1 komentar: