Show Mobile Navigation

About Me

John Khairuddin - Thursday, June 06, 2013

Nama saya adalah Khairuddin tapi saya biasa dipanggil John. Saya lahir di Probolinggo tahun 1983. Saya mempunyai empat saudara, laki-laki semua. He he he....(Kurang satu mau jadi Pendowo Limo) Saya anak kedua.

Saya menikah tahun 2008 dan Alhamdulillah sudah dikaruniai seorang anak laki-laki yang saya beri nama Vega Zhafir Rabbani (Vega ZR).

Saya mulai suka dengan bahasa Inggris semenjak kelas 1 Aliyah (Setingkat SMA). Begini ceritanya:(Ciah ...Gaya rek pake' crita-critaan segala)he...

Setelah saya lulus MTs (Setingkat SMP) saya tidak tahu apakah saya akan melanjutkan sekolah atau tidak karena orang tua saya tidak punya biaya. Ayah saya waktu itu bekerja di Malaysia. Sedangkan ibu menjual kebutuhan dapur. (Trasi, garam,sayur,tahu,tempe dll).Tapi tidak di pasar. Ibu setiap hari harus melintasi 3 sungai untuk berjualan. Ibu berjualan di Gunung. Berangkat jam 6 pagi pulang jam 5 kadang jam 6 malam. Kalau banjir ibu tidak bisa pulang.
(Ya Allah....Ampunilah dosa2 orang tua hamba Ya Allah. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami).

Pada suatu hari waktu saya bermain Ping-pong ada seorang guru mengajak saya untuk melanjutkan sekolah. Saya bilang saya tidak punya biaya. Kemudian beliau mengatakan bahwa sekolah itu GRATIS. Dalam hati saya berfikir "Iya sekolahnya gratis tapi buat ongkos transportnya?" Karena sekolah itu jauh dari rumah saya. Kalau naik LIN (Mas...di desa itu ga ada mas yg namanya LIN. Yang ada hanya Angdes atau Angkutan Deso)..Ya gpp lah...biar gaul dikit.Kira-kira ongkosnya Rp 400. (Empat ratus rupiah lo ya bukan Empat ribu). Tapi saya jawab iya saja. Saya tidak tahu akan dapat dari mana ongkos transport itu.

Selang beberapa hari Alhamdulillah saya diberi tugas oleh Ustadz (Kiai)saya untuk meminta karcis kepada para penjual yang ada di pasar desa saya. Kebetulan pasar itu adalah milik kiai saya itu. Tiap hari saya dikasih Rp2000 kadang Rp 2500. Ya cukuplah buat transport ke sekolah.

Akhirnya saya sekolah di sekolah itu. Nama sekolah itu adalah "MA Nurul Yaqin" Sumber Anyar Paiton. Betapa terkejutnya saya setelah mengetahui bahwa di sekolah itu ada orang Amerika yang mengajar bahasa Inggris. Timbullah keinginan saya untuk bisa berbicara bahasa Inggris. Saya membeli buku percakapan & buku grammar. Saya belajar setiap hari. Kemanapun saya pergi saya selalu membawa buku. Mau mandi di sungai saya bawa. Saya duduk di atas batu besar sambil membaca. Sebelum tidur saya baca. Bangun tidur saya baca. Nonton TV saya baca setelah jeda iklan. Pokokonya tiada hari tanpa membaca. (Niat yang bagus harus dibarengi dengan usaha yang bagus pula). Niat yang tanpa dibarengi usaha itu namanya bukan niat..Tapi khayalan...!!!

Tanpa saya sadari saya sudah mau naik kelas 2. Tapi saya sedih. Karena guru bahasa Inggris saya yang dari Amerika itu mau kembali ke negaranya. Saya tidak tahu apakah saya masih punya semangat untuk belajar atau tidak. Tapi kami harus berpisah. Hari-hari saya lalui dengan belajar tanpa guru Native saya itu.

Akhirnya saya memutuskan untuk berbicara bahasa Inggris setiap hari dengan teman saya. Namanya Syukur. Dimanapun dan kapanpun kami selalu berbicara bahasa Inggris. Dengan kebiasaan itulah saya agak lancar ngomong bahasa Inggris. Tapi kami tidak hanya berdua masih ada 2 teman saya lagi yang selalu ngomong bahasa Inggris. Mereka adalah Kholish dan Ghofur (Sekarang sudah menjadi kepala sekolah). (Gaya lo jadi kepala sekolah, Keren.... keren). Kami belajar bersama. Praktek bahasa Inggris bersama. Terus terang diantara teman2 saya itu, saya adalah yanga paling tidak bisa. Mereka semua sudah lancar. 2 tahun kemudian saatnya saya EBTANAS (Sekarang UN).



Setelah selesai Ujian Akhir saya merantau ke Madura sebelum mengetahui apakah saya LULUS atau tidak. Saya bekerja sebagai kuli bangunan di terik panas matahari. Namun semangat belajar saya masih berkobar. Saya membawa kamus dan buku. Setiap mau tidur saya menulis apa yang saya lakukan dari bangun sampai mau tidur dalam bahasa Inggris. Saya juga berbicara sendiri menggunakan bahasa Inggris. Saya berbicara tentang apa yanga saya lihat dan pikirkan.

Sampai pada suatu hari saya mengikuti lomba membaca berita bahasa Inggris. (Ha? Kuli bangunan ikut lomba bahasa Inggris yang pesertanya adalah siswa SMA semua?) Yang benar aja lo.... Tapi juara bukanlah tujuan saya. Yang penting saya tampil. Dan Alhamdulillah saya tidak menjuarainya. 3 bulan saya merantau. Akhirnya saya memutuskan pulang. Di rumah saya hanya membantu ibu.

Setelah beberapa bulan saya mendapat panggilanl untuk bekerja oleh seseorang. Dia adalah ibu Syahdarani Widi Astuti. Saya kenal ibu Rani, (begitu saya memeanggilnya) waktu saya masih di Aliyah. Akhirnya saya ikut kerja bersama bu Rani. Lagi-lagi semangat untuk belajar bahasa Inggris masih berkobar. Kebetulan ibu Rani lulusan bahasa Inggris. Jadi beliau mempunyai banyak buku bahasa Inggris. Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk belajar. Tiap ada kesempatan saya selalu membaca dan belajar.

Dan inilah Karunia Allah yang paling besar buat saya. Ibu Rani menawarkan saya untuk kuliah. Betapa senag hati saya. Tidak pernah terpikir untuk kuliah. Tidak mungkin rasanya. Jangankan kuliah, mau masuk Aliyah aja dulu saya rasanya tidak mungkin. Tapi bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin.
Akhirnya saya kuliah. Saya mengambil jurusan Sastra Inggris. Saya tempuh kuliah selama 5 tahun. Tapi saya tetap bekerja sama ibu Rani selama saya kuliah. Setelah luluspun saya masih bekerja.

Kira-kira tahun 2006 saya mencoba buka kursusan di rumah ibu Rani. Saya beri nama "Princess English Course". (Kayak nama Girlband aja). Murid pertama saya adalah anak SMA. Hanya 2 orang. Sampai waktu yang lama murid saya tetap 2. Dan kira-kira setahun kemudian murid saya masih tetap 2. Alhamdulillah. Itulah pemberian Allah. Kita harus terima apapun yang ditakdirkan Allah kepada kita. 1 tahun kemudian murid saya lumayan banyak...

Tapi tambah lama tambah sedikit murid saya. Saya tidak tahu mengapa. Mungkin karena mereka sudah lulus semua, (kebanyakan murid saya waktu itu kelas 3 SMP) atau karena metode pengajaran saya yang menoton atau membosankan. Terus terang saya mengangap bahwa mengajar itu gampang, yang penting saya bisa bahasa Inggris. Tapi ternyata SALAH. SATAL atau Salah total. Mengajar membutuhkan tehnik atau metode tersendiri.

Kira-kira tahun 2009 saya mengikuti pelatihan selama 2 tahun yang diadakan oleh LAPIS ELTIS. LAPIS ELTIS merupakan salah satu program kerjasama Pemerintah Indonesia dan Australia. Pada tahun pertama kami fokus pada kemampuan bahasa Inggris itu sendiri. Dan tahun kedua kami diajarkan tentang metode pengajarannya. Dan Alhamdulillah pikiran saya jadi terbuka. Saya belajar banyak di sana. Kami diajarkan tehnik-tehnik mengajar bahasa yang baik dan tepat. Bagaimana membuat murid senang dengan bahasa Inggris dengan metode yang menarik dan menyenangkan.

Setelah selesai pelatihan saya mempraktikkannya kepada murid saya. Dan Wowww.... Sungguh diluar dugaan saya. Mereka enjoy belajar bahasa Inggris. Mereka senang. Mereka semangat. Inilah yang selama ini saya cari. Terima kasih LAPIS ELTIS.

Namun begitu masih banyak yang harus saya pelajari. Saya tidak boleh puas hanya sampai di sini. Saya belajar melalui Internet.

Dari mana saya mendapatkan buku-buku terbitan OXFORD dan CAMBRIDGE itu?

Saya suka browsing di Internet. Setiap ada waktu luang saya ngenet. Waktu itu saya masih belum punya komputer sendiri. Saya ngerental di warnet sana sini. Dengan petunjuk Allah akhirnya saya mendapatkan buku-buku yang sangat bagus itu semua.

Pengalaman Mengajar:
Pernah mengajar di
Institut Pembangunan (IP)
Primagama English

Sekarang saya aktif mengajar di TK Kartini PG Wonolangan Dringu dan MTs Zainul Hasan 2 Jorongan.

Saya suka olahraga. Terutama Motogp. Rider favorit saya adalah Valentino Rossi dan Marc Marrquez. Saya juga suka sepak bola. Saya suka Liga Inggris. Chelsea adalah tim favorit saya.

Saya kira cukup sekian sedikit cerita dari saya (Bukan sedikit bung...lumayan capek juga bacanya. Ya kan?). He he he he he .....Semoga tidak ada perasaan riya’ atau sombong dengan menceritakan ini semua. Semoga menjadi inspirasi bagi Anda. Bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kalau Allah berkehendak. Jangan menyerah terhadap keadaan. Jangan mudah putus asa. Berusahalah semaksimal mungkin untuk mengejar impian Anda. Kalau Anda orang tua segera bawa anak-anak Anda ke Forty-six English. Dan kalau Anda masih pelajar Ayoooo!!! segera bergabung bersama kami (ini motivasi atau promosi?). Ya sedikit promosi gapapa. Ha ha ha ha ha........

Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya yang sangat sederhana ini. Semoga Allah selalu melindungi kita dan keluarga kita. Amin....

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

5 komentar: